Senin, 01 April 2013

Jogja Istimewa - Nekat Action

"Permisiiii..."
"Hari ini saya nutup Mas, ga' jualan, lagi mau ada keperluan"
"Waduh.... Terus saya gimana ini???"
"Lha sampeyan nekat ko', kenapa ga' pesen dulu dari kemarin!!!"

Sepenggal percakapan saya dengan mBak-mBak penjual tiket perjalanan. Datang ke agen dengan langkah mantap plus harapan selangit, begitu ketemu langsung down, akibat nekat action tanpa perhitungan dan persiapan yang matang. Pernah alami kejadian seperti ini?


Posting penutup dari rangkaian catatan perjalanan saya ke Jogja - kota istimewa - tanggal 24 Maret 2013. Sebelumnya saya ceritakan tentang keajaiban do'a dan sedikit review pelayanan BPU Rosalia Indah dalam menjual kepuasan pelanggan. Kali ini apa lagi yang saya tulis dalam catatan perjalanan?

Karena kecerobohan, action nekat saya ke Jogja tanpa persiapan matang diwarnai insiden kecil yang sempat membuat saya khawatir. Tiket bus belum dipesan, padahal sore harinya saya harus kembali meninggalkan Jogja karena hari Senin pagi jadwal aktifitas berikutnya sudah menunggu. Banyak moda transportasi lain yang dapat digunakan, tetapi di luar ekspektasi saya. Untuk aktifitas pagi di hari Senin, saya butuh kenyamanan di perjalanan, perkiraan waktu tiba di Cikarang yang tepat, titik pemberhentian yang tidak terlalu jauh dari lokasi aktifitas pagi pertama, serta budget yang tidak terlalu jauh dari perhitungan. Untuk hal tersebut, pilihan saya jatuh ke PO dan agen bus yang ternyata hari itu sedang tutup.

Saya yang dari awal belum menyiapkan "plan B", dalam hitungan menit harus segera mengambil "tindakan penyelamatan" - istilah yang lagi hot -, pokoknya Senin pagi harus tiba di Cikarang dengan kondisi 100% fit. Opsi pertama, ganti moda transportasi lain atau bus lain. Dengan beberapa pertimbangan yang saya sebutkan sebelumnya, opsi ini ter-eliminasi. Opsi kedua, pindah agen perjalanan dengan PO yang sama. Agen terdekat berjarak kurang lebih 20 km, bisa dipertimbangkan. Akhirnya saya minta dibantu carikan tiket di agen lain. Karena perjalanan hari Minggu sore, tiket yang tersedia dengan tujuan Cikarang tinggal 1 seat, di kelas yang 2 tingkat lebih tinggi dengan selisih harga juga sedikit lebih mahal. Alhamdulillah, sedikit lega meskipun harus pindah titik keberangkatan.

Keberanian action itu penting, tetapi persiapan matang tidak bisa kita kesampingkan. Dalam kenekatan perjalanan saya ke Jogja, saya harus pindah titik keberangkatan, dalam hal ini losstime karena diluar rute aktifitas saya yang seharusnya dan sedikit biaya tambahan untuk harga tiket yang lebih mahal. Bagaimana jika hal ini dianalogikan dengan Anda yang sedang berencana memulai usaha? Bagaimana jika ternyata untuk usaha yang baru saja Anda mulai nantinya ada beberapa miss di luar perkiraan sebelumnya. Mungkin akan baik-baik saja jika Anda bisa mengatasi dan mengasah skill "sambil jalan". Bagaimana jika miss dan hal-hal di luar perhitungan tersebut berdampak fatal terhadap kelangsungan usaha Anda yang modal nekat action?

Bukan bermaksud menentang teori "The Power of Kepepet" Om Jaya YEA, tetapi sekedar mengingatkan pentingnya "memantaskan diri" sebelum nekat action memulai usaha dengan skill pas-pasan. Kalau kebanyakan mengikuti otak kiri dengan hitungan-hitungan njlimet, kapan giliran otak kanan action? Untuk hal ini saya setuju, tetapi otak kanan se-kanan-kanan-nya pun tidak akan nekat action tanpa perhitungan sama sekali. Sama saja bunuh diri to?

Mari terus mengasah skill, jangan berhenti belajar dan membuka wawasan. Kontradiksi antara kemungkinan logis ketika memutuskan sesuatu tanpa perhitungan matang bertentangan dengan teori untuk nekat action. Apakah ada yang salah? Tentu saja tidak!!! Jika masih ada waktu, mengapa tidak mencoba menganalisa dan mempersiapkan segala kemungkinan? Ketika dihinggapi keraguan, kurang yakin dan butuh semangat lebih, mari kita nekat action.

2 komentar:

w h i z i s m e mengatakan...

Kadang terlalu berpikir akan mengurangi LUCK di ACTIOn. salam kenal mas :)

Slam Riyadi mengatakan...

Setuju Mas, mikir-mikir terus kapan ACTION?
Saya sekedar mencoba menulis melawan arus teori otak kanan dengan sedikit berbeda.

Salam kenal juga Mas, kapan-kapan saya ng-order desain ke sampeyan :)

Posting Komentar

 
;